+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


TEKNIK MEMPERTAHANKAN MUTU MANGGIS

 bbpp-lembang_manggis02.jpg

Tanaman manggis di Indonesia biasanya mulai berbunga pada bulan Juli-Oktober, sehingga buah masak siap dipanen pada bulan Nopember-Maret.
Panen perdana dari buah manggis biasanya sangatlah tergantung pada bibit yang ditanam. Tanaman manggis yang berasal dari biji mulai berbuah pada umur 15 tahun bahkan lebih, sedangkan bibit yang ditanam dari hasil sambung pucuk (top grafting) sudah mulai berbuah pada umur 5- 7 tahun.

Panen perdana dari manggis biasanya 5-10 buah/pohon, namun pada tahun berikutnya manggis dapat berbuah bbpp-lembang_manggis01.jpgrata-rata 30-50 buah /ponoh, kemudian pada tahun berikutnya rata-rata 500 buah, 700 buah, 1000 buah bahkan lebih rata-rata/pohon/tahun, untuk tanaman manggis yang telah berumur lebih dari 20 tahun biasanya bisa menghasilkan buah manggis rata-rata 2000-3000 buah/pohon/tahun.

Penentuan saat panen buah manggis dalam katagori masak yaitu warna kulit buah manggis telah berwarna ungu kemerah-merahan atau berwarna merah muda. Panen manggis biasanya dilakukan dengan cara dipetik atau dengan cara memotong pangkal tangkai buah dengan pisau atau gunting stek, untuk pohon yang sudah tinggi menggunakan galah yang ada keranjangnya, sehingga buah yang dipetik tidak jatuh ketanah.

Pada saat penentuan panen dan memetik buah agar buah dapat dipertahankan mutu dan kesegaranya ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

 

bbpp-lembang_manggis03.jpga). Buah yang dipanen 25-50% setelah terbentuk warna ungu, telah dinyatakan masak, dan jangan kelewat masak.

b). Saat panen buah yang dipetik jangan sampai rusak, usahakan sampai dibawah tidak di jatuhkan, karena buah akan memar bahkan luka, sehingga mempercepat masuknya bakteri pembusuk kedalam buah.

c) saat panen diusahakan  pada saat udara cerah, dan tidak turun hujan, sehingga buah manggis yang panen dalam keadaan kering.

d). Pengumpulan buah manggis yang telah dipanen, tempatkan dalam keranjang bambu atau plastik dengan ukuran sedang, jangan yang terlalu besar (ukuran 5-10 kg)

e). Lokasi pengumpulan buah manggis dipilih tempat yang letaknya strategis, teduh, dan nyaman untuk memperlancar proses penangganan berikutnya.

f). Lakukan sortasi dan klasifikasi, yaitu buah manggis yang baik dan rusak pisahkan, ukuran buah juga pisahkan berdasarkan grid A,B,C yaitu ukuran berat >100 gram (A), ukuran 70- 80 gram (B) dan < 50 gram (C)

g) Setelah dilakukan pengkelasan, pada tahap selanjutnya adalah lakukan pengemasan, terutama untuk tujuan ekpor, pengemasan yang baik gunakan bahan yang punya penampilan yang menarik dan aman sehingga buah manggis tidak rusak saat pengangkutan.

h) Bahan pengemasan yang dipilih yaitu yang ringan dan tidak merusak produk, buah yang dikemas ukuran seragam, warna kulit merah tua, merata dan tidak cacat, tiap kemasan diberi label yang menarik dan informatif, mengenai jenis, varietas buah dan mutunya.

i) Penyimpanan buah manggis dapat tahan lama dan segar bila penyimpanan dilakukan pada ruangan atau tempat yang dingin, yaitu pada suhu 4⁰ – 6⁰ C, sehingga buah maggis tersebut dapat tahan ± 2 bulan, sedangkan pada suhu 9⁰-12⁰ C buah manggis hanya bisa bertahan kesegarannya 30 hari. Oleh karena itu para petani pada saat terjadi panen raya untuk menyimpan hasil panennya yang telah di sortil dan dikemas dapat disimpan diruang pendingin /cool storage.

Yang perlu diketahui oleh para petani manggis untuk memperhatikan tingkat ketuaan buah panen, hal ini sangat mempengaruhi kwalitas hasil panen yaitu diantaranya :

a).Buah muda, daya simpannya lama namun rasa buah tidak manis dan asam atau hambar dan penampilan buahnya kurang menarik. Buah dengan tingkat ketuaan yang demikian apabila diperam akan menghasilkan buah dengan warna pucat, dan kadang-kadang buah tidak bisa matang sempurna, sehingga harga jual nyapun murah, bahkan tidak laku dipasaran khususnya pasar ekpor.

b). buah tua, yaitu dengan kriteria warna ungu, daya simpan lama, rasa buah manis dan segar, penampilan menarik apabila disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu <6⁰ maka buah dapat bertahan 1bulan, buah seperti ini banyak diminati oleh pasar lokar maupun pasar luar negri, dengan harga jual relatif mahal.
Baik, dengan tektur lunak, dengan rasa manis yang segar, namun daya simpannya sangat singkat, bahkan kalau tidak dilakukan penanganan yang baik maka buah manggis ini cepat busuk, sehingga memerlukan penangganan yang khusus. Biasanya buah ini hanya diperuntukkan pasar yang dekat/lokal, dan apabila untuk ekpor kurang baik karena lokasi jauh dan cepat busuk, harga buah manggis seperti ini harga relatif mahal.

Pemanenan buah manggis dengan matang penuh, jarang dilakukan oleh petani, sengga petani mengetahui betul 2 faktor penting untuk melakukan pemanenan buah manggis secara tepat, yaitu : 1) kematangan komersil, buah berada pada posisi perkembangan dan stadia senesence (penuaan), 2). Kematangan fisiologis, stadia tertentu dalam perkembangan buah dimana syarat proses kematangan terpenuhi secara sempurna.

Teknik pengangkutan/transportasi
Buah manggis yang telah dipak atau dikemas, penggangkutan dari lokasi ke tempat tujuan sangat mempengaruhi kesegaran dan ketahanan dari buah manggis sendiri, dalam pengangkutan yang baik adalah menggunakan mobil berpendingin yang temperaturnya < 10⁰C, apabila menggunakan kendaraan yang tidak berpendingan, buah manggis yang dikemas dan ditumpuk  tidak terlalu padat dan jangan ditutup dengan plastik, karena akan meningkatkan suhu, sehingga buah akan cepat masak penuh dan kemudian akan cepat menjadi busuk, tumpuklah maggis yang telah dipak tadi, tempatkan dikendaraan bak terbuka, susunan dan usahakan tidak terlalu dipadatkan atau ditumpuk terlalu tinggi.

 

Diperoleh dari berbagai sumber.

 

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/512-mempertahankan-mutu-manggis


Artikel Mempertahankan Mutu Manggis dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook