+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


 

Upaya meningkatkan produksi mangga dapat ditempuh dengan pemangkasan tanaman. Pemangkasan pada prinsipnya merangsang terbentuknya tunas vegetatif-generatif sehingga bidang percabangannya lebih luas dan memungkinkan dapat menambah produksi. Pemangkasan tanaman secara umum dilakukan dengan tujuan merangsang tunas baru yang muncul secara bersamaan dan mencapai umur dewasa dalam waktu yang sama juga, tanaman bebas dari cabang negatif, membentuk tajuk tanaman agar bulat seperti payung terbuka, mengurangi kelembaban, percabangan kokoh dan tersebar merata ke seluruh penjuru serta mempercepat tanaman berbuah.

Pada tanaman mangga, ada dua bentuk pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka dasar tanaman agar mempunyai produktivitas yang tinggi dan membentuk tajuk untuk memudahkan panen serta perawatan tanaman. Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk kesehatan tanaman, mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas buah maupun kontinuitas buah serta kemudahan dalam pemanenan.

 

Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan bentuk pada tanaman mangga dilakukan dengan tipe terbuka tengah dengan susunan batang utama dan cabang mengikuti pola 1-3-9-27 yakni 1 (satu) batang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder dan 27 cabang tersier. Bunga dan buah mangga muncul di ujung cabang, hal ini berarti semakin banyak ujung cabang yang dimiliki tanaman, kemungkinan lebih banyak pula produksinya.

Pemangkasan bentuk dilakukan pertama kali pada saat tanaman berumur kurang dari satu tahun, saat tinggi tanaman sekitar 1 meter dan diameter batang 1-1,5 cm. Ujung batang dipotong sampai ketinggian 50-70 cm dari permukaan tanah  untuk mengembangkan batang yang kokoh dan   untuk mendorong pertumbuhan beberapa tunas samping. Pemotongan dilakukan 2-3 cm tepat di atas ruas/buku tanaman dengan menggunakan gunting pangkas. Hal ini dimaksudkan agar tunas yang keluar nantinya mempunyai posisi yang relatif sejajar. Setelah tunas tersebut tumbuh menjadi cabang primer, dipilih dua atau tiga  terbaik yang dibiarkan tumbuh, cabang yang dipilih sebaiknya dari ketinggian yang sedikit berbeda dan membentuk sudut antar cabang yang seimbang yaitu sekitar 120o agar tanaman menjadi lebih kokoh. Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas sampai sekitar 1 cm dari pangkal batang.

Pada tahun kedua cabang primer yang telah tumbuh dengan panjang 80-100 cm dipangkas kembali dengan panjang yang tersisa sekitar 30-50 cm dari pangkal cabang, pemangkasan dilakukan 2-3 cm di atas ruas tanaman.  Dari ketiga cabang primer tersebut masing-masing dipelihara 3 cabang sekunder lagi, demikian selanjutnya hingga tahun ketiga dan bila diperlukan hingga tahun keempat, sampai terbentuk percabangan yang kompak dan tajuk tanaman diarahkan membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun yang merata. Pemangkasan direkomendasikan pada awal musim hujan.

 

Pemangkasan Untuk  Pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman usia produktif. Pemangkasan ini dilakukan umumnya setelah umur tanaman 4-5 tahun dan direkomendasikan setelah panen dan awal musim hujan. Pemangkasan pemeliharaan pada tanaman mangga dilakukan untuk : (1) mengontrol ukuran tanaman, (2) menjaga bagian tengah tanaman yang terbuka untuk penetrasi cahaya dan penyemprotan pestisida, (3) memaksimalkan ujung cabang yang berbuah, (4) meningkatkan kualitas warna buah, (5) sinkronisasi dan mendorong pertunasan serta (6) menghilangkan cabang yang mati dan berpenyakit.

Tanaman mangga yang memiliki tajuk yang lebat dapat lambat bertunas setelah panen dan tunasnya seringkali tidak merata. Tunas yang lambat tumbuh setelah panen dapat menghambat penumpukan energi karbohidrat yang mendukung tajuk tanaman di musim berikutnya. Tunas yang tidak merata dalam suatu tajuk dengan penyebaran umur tunas yang tidak merata akan menimbulkan pembungaan yang tidak merata pada musim selanjutnya. Daun-daun yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, lebih bersifat parasit bagi tanaman secara keseluruhan karena tidak melakukan proses fotosintesis namun tetap mendapatkan fotosintat (hasil fotosintesis) dari daun-daun di bagian terluar yang terkena sinar matahari langsung. Itu sebabnya, banyak tanaman yang secara keseluruhan tumbuh dengan lebat, daunnya rimbun dengan warna daun yang hijau pekat, namun teramat sangat jarang memunculkan bunga/buah. Jika muncul bunga/buah, maka bunga dan buah yang muncul jumlahnya terbatas atau sedikit sekali.

Tanaman mangga yang ideal memiliki tajuk yang terbuka, cukup rendah untuk dipetik dengan mudah (tingginya sekitar 3-5 meter) dan memiliki tiga atau paling banyak empat cabang primer serta banyak ujung cabang yang berbuah. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan cara pemangkasan. Tanaman yang dipangkas teratur akan memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, di mana sinar matahari sebagai sumber energi utama dapat menembus semua bagian tanaman, memberikan iklim mikro yang baik, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga dapat meminimalkan perkembangan jamur dan organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal untuk memberikan hasil yang optimal pula.

Cabang-cabang atau tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya harus dibuang, demikian pula cabang-cabang/tunas air, ranting atau tunas yang sakit dipangkas agar daun memperoleh penyinaran matahari. Tunas air  bersifat parasit dan tumbuh sangat cepat, melebihi kecepatan pertumbuhan tunas-tunas lainnya, dengan mengambil fotosintat hasil fotosintesis sebagai energi pertumbuhannya. Selain itu tunas air juga sangat jarang memunculkan bunga meski tanaman telah memasuki siklus/periode berbunga. Pangkas juga cabang yang bersudut kecil, dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau terlindung, kemudian pangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau ke arah bawah serta cabang bekas tangkai buah. Tajuk bagian atas dipangkas yaitu mundur satu ruas pada ujung ranting agar dapat mempertahankan ketinggian optimal tanaman. Pemangkasan ujung-ujung ranting akan merangsang keluarnya tunas-tunas baru yang jumlahnya akan lebih banyak dari jumlah tunas sebagai ujung ranting. Selain itu akan memudahkan pemeliharaan dengan mempertahankan tinggi tanaman yang tetap pendek, tidak tinggi menjulang atau tumbuh terlalu melebar ke arah samping sehingga menghabiskan banyak tempat untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Alat pangkas yang digunakan adalah gunting pangkas dan gergaji kayu. Gunakan alat pangkas yang tajam dan bersih agar bekas pangkasan terbentuk dengan rapi, tidak meninggalkan luka yang mungkin bisa menjadi sumber infeksi penyakit bagi tanaman. Hindari penggunaan golok/parang untuk memangkas, lebih baik menggunakan gunting pangkas untuk ranting kecil, sementara penggunaan gergaji lebih disarankan untuk memotong cabang tanaman yang berukuran besar, karena bekas potongan akan menjadi lebih rapi. Jika pemangkasan dilakukan pada batang yang besar hendaknya setelah pemangkasan bekas pangkasan disaput menggunakan vaselin, parafin, ter atau cat minyak agar batang sisa pangkasan tidak terinfeksi penyakit.

Waktu pemangkasan tanaman mangga untuk menghasilkan cabang produktif adalah pada bulan Februari-Maret, sedangkan untuk merangsang pembungaan dilakukan pada bulan April-Mei. Pemangkasan juga harus diperhatikan agar tidak berlebihan karena dapat mengakibatkan tanaman mangga tidak berbuah selama dua sampai tiga tahun.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Pemangkasan Tanaman Buah. http://leira-fruit.blogspot.com

Dr. Antonio S. Rola. 2013. Fruit Bearing Trees. National Mango Action Team. Philippine.

Direktorat Tanaman Buah. 2003. Pengelolaan Tanaman Terpadu Mangga. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Jakarta.

Direktorat Budidaya Tanaman Buah. 2006. Buku Lapang Komoditas Mangga. Direktorat Jenderal Hortikultura. Jakarta.

McClements, JK (Ed). 1995. Pruning Handbook. Sunset Publishing Corporation. California.

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/788-pemangkasan-tanaman-mangga


Artikel PEMANGKASAN TANAMAN MANGGA dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook