+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


 
2010 bbpp lembang pepaya-01Kita tentu mengenal buah pepaya (Carica papaya L).  Buah ini merupakan khas tropis. Disamping rasanya enak, pepaya banyak mengandung zat gizi dan beragam khasiat.
Khasiatnya bisa dipetik hampir dari seluruh bagian tanaman, mulai akar, batang, daun, kuntum bunga, buah, kulit pohon, sampai getahnya.  Namun buahnyalah yang paling sering digunakan karena mudah didapat dan lezat. Dibanding jenis buah lainnya, harga pepaya relatif terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah sekalipun!
Popularitas buah pepaya sudah tidak disangsikan lagi. Pepaya lajim dijajakan lewat pedagang sayur keliling, di pasar-pasar tradisional, pas2010 bbpp lembang pepaya-02ar swalayan dan super market, hingga menjadi buah favorit sebagai pencuci-mulut di restoran, pesta dan hajatan lainnya. Uniknya lagi, buah ini diproduksi tanpa mengenal musim dan dapat tumbuh di daerah-daerah basah, kering, daerah dataran rendah serta pegunungan hingga ketinggian 1.000 dpl.  Pepaya bisa ditanam di pekarangan ataupun di kebun dengan penanaman dan perawatan yang relatif mudah.

Kandungan vitamin dalam 100 g bagian buah pepaya adalah 0,45 g vitamin A dan 0,003 g vitamin B1. Kandungan vitamin C-nya seberat 0,074 g atau lebih tinggi dibanding jeruk, mangga, dan belimbing. Sedangkan kandungan mineral dalam 100 g pepaya adalah 0,034 g kalsium; 0,011 g fosfor; 0,204 g kalium dan 0,001 g zat besi. Pepaya juga mengandung 12,1 g karbohidrat, 0,5 g protein; 0,3 g lemak; 0,7 g serat; 0,5 g abu; dan 86,6 g air. Nilai energinya adalah 200 kj/100 g. Kandungan gula dalam pepaya adalah 48.3% sukrosa, 29.8 % glukosa dan 21.9 % fruktosa.

Menurut laporan Yayasan Kanker Internasional (1997) vitamin C dan karoten yang terkandung dalam pepaya membantu dalam pencegahan kanker paru-paru, melawan kanker kolon, pankreas, kandung kemih dan payudara, serta mengurangi radikal bebas pencetus kanker. Selain itu, pepaya diketahui dapat mengusir dan menghilangkan cacing usus. Dengan mengkonsumsi pepaya yang masak dipakai untuk menyembuhkan disentri, rematik 2010 bbpp lembang pepaya-03dan orang yang bermasalah dengan produksi lendir.

Pepaya mengandung getah berwarna putih yang mengandung enzim pemecah protein atau proteolitik yang populer disebut papain. Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan enzim papain ini, yakni tidak bersifat toksik, tidak ada reaksi samping, serta tidak mengubah tekanan, suhu dan pH yang drastis.  

Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun biji pepaya. Enzim ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri, seperti industri farmasi sebagai bahan obat, kosmetik, tekstil, penyamakan kulit dan lainnya.  Di antara getah batang, daun, dan buah, menurut Staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, getah yang berasal dari buah pepaya-lah yang paling berkualitas. Papain dari batang dan daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/gram sementara dari buahnya jauh lebih banyak, sekitar 400 MCU/gram.

Papain juga mengandung enzim chymopapain yang mampu mencernakan protein dan mengentalkan air susu. Mencerna protein merupakan masalah utama yang dihadapi banyak orang sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerna protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, sekitar 4-6 gram per kilogram berat buah. Namun jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.

Peran papain dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat mereduksi efek negatif yang muncul. Yang jelas papain membantu mewujudkan proses pencernaan makanan secara lebih baik.

Konon, produksi papain dunia dewasa ini sekitar 275 ton per tahun. Sri Lanka, Uganda, Tanzania, Meksiko, Brasil, dan Argentina merupakan negara-negara yang memiliki perkebunan pepaya besar-besaran hanya untuk memproduksi papain. Tujuan ekspornya adalah Amerika Serikat, Inggris, Belgia, dan Belanda.

Ada tiga kategori papain yang dibutuhkan pembeli di luar negeri, yakni papain kasar (crude papain), papain bersih (refined papain), dan papain murni (pure papain). Di pasaran Amerika Serikat kini ditetapkan spesifikasi mutu papain sesuai Botanical Derivatives Catalogue. Artinya, jika mutunya tidak sesuai standar, mereka tidak akan membelinya. Tambahannya lagi, importir AS lebih menyukai pengemasan dalam kantung plastik berisikan gas nitrogen yang dimasukkan ke dalam kaleng. Sementara importir Inggris menyukai pengemasan dalam drum berlapis polietilen dengan kapasitas 20-25 kg.

Pemanfaatan enzim dalam berbagai kegiatan agroindustri di Indonesia agaknya semakin meluas. Sayangnya, masih sedikit badan usaha yang memproduksi enzim tersebut karena bahannya masih mengandalkan impor. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi petani untuk beragribisnis pepaya. Ditengarai bahwa harga papain di Indonesia saat ini hampir mencapai Rp 300.000 per kilogramnya.

Buah pepaya yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding yang sudah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah (mengkal) mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya justeru dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

Bagaimana dengan daun dan akarnya? Walaupun rasanya pahit, daun pepaya mengandung banyak manfaat. Pertama, daun pepaya yang sudah tua, 2010 bbpp lembang pepaya-04dijemur dan ditumbuk halus dipakai untuk mengusir jerawat (sebagai masker). Kedua, karena kandungan kimia senyawa karpain, daun pepaya dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan. Ketiga, daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan ditambah sedikit garam dan air hangat setengah cangkir dicampur lalu diblender dan disaring airnya dikonsumsi untuk menambah nafsu makan. Keempat, rebusan 5 lembar daun pepaya dalam setengah liter air dan memanfaatkan tiga perempatnya dari sisa rebusan, dapat menjadi pertolongan pertama orang yang sakit demam berdarah. Kelima, dengan merebus satu lembar daun pepaya saja yang dicampur dengan asam Jawa dan  garam dalam  segelas air lalu didinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut dapat menolak nyeri haid. Sedangkan, akar pepaya biasanya digunakan untuk membasmi cacing kremi, sakit ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, digigit serangga, dan encok.

Semua nilai gizi dan ragam khasiat pepaya yang diuraikan di atas sudah langsung dapat kita peroleh dalam buah pepaya yang harganya relatif murah. Kita cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000/buah dengan bobot rata-rata 2-3 kg/buah. Ini sama artinya bahwa dengan sedikit mengeluarkan uang, kita sudah dapat mengkonsumsi pepaya yang kaya manfaat!

(Dari berbagai sumber).

 
 

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/564-pepaya-buah-murah-kaya-manfaat


Artikel Pepaya: BUAH MURAH – KAYA MANFAAT dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook