+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk disana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) sehingga tidak bisa tumbuh tegak dan berusia semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Tinggi tanaman kentang sekitar 50 – 150 cm tergantung varietas. Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut “kentang” pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan. Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika, tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika pada abad ke-19, dikala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.

Tanaman kentang memiliki bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran bunga cukup besar, dengan diameter sekitar 3 cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih. Kentang akan berbunga pada fase generatif sekitar ± 80 – 90 hari setelah tanam dan selanjutnya akan berbuah. Tanaman kentang akan berbuah setelah pembungaan atau setelah terjadi perkawinan sekitar 90 – 100 hari sentelah tanam, buah kentang berukuran 2 – 3  cm berwarna hijau sampai keunguan tergantung varietas, memiliki kulit ari yang tipis, daging buah dan ratusan biji hingga ±300 biji. Biji kentang diselimuti kulitari dan daging buah, bobot biji kentang rata-rata ± 0,8522 gr/1000 butir, biji kentang berukuran kurang dari 0,5 mm.

Batang tanaman kentang berada di atas permukaan tanah, berbentuk segi empat, panjangnya mencapai 50 – 120 cm, tidak berkayu, batang tanaman kentang bersudut dan bersayap, berongga, berwarna hijau, kemerahan, atau ungu tua, tumbuh keatas, tegak, batangnya agak lemas dan kurang tahan terhadap terpaan angin.  Batang juga memiliki silem dan fluem yang berfungsi menghantarkan zathara dari tanah kedaun dan juga menyalurkan hasil fotosintesis dari daun kebagian tanaman yang lain.

Kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang menembus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut tumbuh menyebar ke arah samping dan menembus tanah datar, akar tanaman berwarna keputih-putihan dan berukuran sangat kecil. Tanaman kentang juga memiliki stolon yang beruas, pada setiap ruas berpotensi menjadi tanaman baru stolon ini bisa berkembang apabila tidak ada tekanan dari luar dan penyinaran langsung, apabila ditanam di lapangan stolon ini tidak berkembang dan jika dikembangkan pada aeroponik akan kelihatan pertumbuhan stolonnya.

Kentang sangat dikenal akan manfaat dari umbinya. Umbi kentang berisi karbohidrat membentuk tuber pada ujung akar dengan kadar air mencapai 80%, daging umbi berwarna putih, kuning, atau kemerahan. Mata tunas tersusun spiral pada bagian luar dan dekat kulit umbi, mata tunas berjumlah 2-14 tergantung pada besar kecilnya umbi, umbi memiliki kulit ari yang tipis dengan mengalami masa dormansi antara 3-4 bulan.  Dalam budidaya kentang bayak dilakukan perbanyakan melalui vegetative dengan (Umbi), sehingga keragaman kentang di lading sangatlah rendah dan membuatnya rentan terhadap gangguan dari hama atau penyakit.

Sebenarnya tanaman kentang dapat di perbanyak melalui biji hanya petani masih banyak yang belum mengetahui, kalaupun sudah mengetahui petani akan segan, karena daya tumbuh yang sangat rendah dan waktu cukup lama. Perbanyakan dengan biji secara konvensional hanya mencapai 5% dan juga harus melalui proses pembibitan F0 dan F1. Sehingga tidak di senangi petani.  Dibawah ini ditampilkan alur kegiatan perbanyakan bibit kentang melalui biji dengan system hidroponik NFT (Nutrient Film Technique), dengan system ini dapat meningkatkan daya tumbuh hingga 85% dan mendapatkan keragaman tanaman kentang di lapangan.

bbppl-kentang

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/829-perbanyakan-kentang-melalui-biji


Artikel PERBANYAKAN KENTANG MELALUI BIJI dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook