+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


kulturjaringan.jpgKultur Jaringan 

Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam keadaan aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh kembali

Tujuan kegiatan kultur jaringan adalah perbanyakan masal tanaman yang biasanya sangat lambat dengan metoda konvensional dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat, selain itu diperoleh tanaman yang bebas virus, membantu pemulian tanaman untuk mempercepat pencapaian tujuan penelitian pada tanaman  yang biasa diperbanyak secara vegetatif.

Sedangkan manfaat yang diperoleh dalam kegiatan kultur jaringan ini   adalah : 

  • Sebagai sarana dalam penelitian pertumbuhan danperkembangan berbagai organ tanaman.

  • Dapat diarahkan untuk perbanyakan massal tanaman untuk memenuhi kebutuhan bibit. 

  • Eliminasi virus pada bibit tanaman.

  • Menciptakan variasi-variasi melalui Variasi somaclonal dari kalus.

  • Hybridisasi somatic.

STEP-STEP KULTUR JARINGAN PADA TANAMAN KRISAN 

Pengambilan Eksplan Sumber eksplan berupa pucuk dan nodus berasal dari tanaman induk krisan di rumah kaca perbenihan Balithi Segunung dan planlet di laboratorium kultur jaringan Balithi Segunung.  Pembuatan Media MSMedia yang digunakan untuk tanaman krisan di Balithi Segunung adalah media induksi tunas dan media perbanyakan. Komposisi media yang digunakan untuk induksi tunas adalah½ MS + 0.5 IAA komposisi media yang digunakan untuk perbanyakan adalah½ MS + 0.1 IAA Menyiapkan Eksplan Dalam perbanyakan tanaman secara kultur jaringan eksplan merupakan factor penting penentu keberhasilan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan sebagai bahan kultur adalah jenis tanaman, bagian tanaman yang digunakan, morfologi permukaan, lingkungan tumbuhnya, kondisi tanaman, dan musim waktu mengambilnya. Umumnya bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan adalah jaringan muda yang sedang aktif karena mempunyai regenerasi yang tinggi.

Eksplan yang digunakan pada tanaman krisan adalah nodus karena untuk menginduksi tunas aksilar.  Kultur Aseptik Krisan Sterilisasi Sterilisasi merupakan kegiatan untuk menghilangkan kontaminan organisme yang menempel di permukaan eksplan. Tujuan utama tahap ini adalah mengusahakan kultur yang aseptik dan aksenik. Aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan, sedangkan aseptic berarti bebas dari mikroorganisme.  

Cara sterilisasi untuk tanaman krisan adalah

  1. Mengambil eksplan yang telah diseleksi berdasarkan ketahanan vigor, hama penyakit, dan jumlah daun 4 – 5 helai atau 3 – 4 nodus.

  2. Memotong eksplan per nodus dengan mengurangi atau memotong sebagian helai daun.

  3. Eksplan direndam dalam larutan Benlatte dan Bactomicyn (fungisida dan bakterisida), masing-masing sebanyak 1 g/300 ml aquades sambil dikocok-jocok selama 30 menit.

  4. Membilas eksplan dengan air destilasi sebanyak 4 – 5 kali.

  5. Selanjutnya eksplan dibawa ke laminar.

  6. Eksplan dimasukkan ke dalam larutan tween 2 tetes/100 ml aquades sambil dikocok-kocok selama 5 menit.

  7. Eksplan dimasukkan ke dalam larutan Chlorox 0.5 % selama 5 menit sambil dikocok-kocok.

  8. Selanjutnya eksplan dimasukkan ke dalam larutan Chlorox 1 % selama 3 menit sambil dikocok-kocok.

  9. Eksplan dibilas dengan air destilasi sebanyak 5 – 6 kali.  

 Penanaman Eksplan Kegiatan penanaman eksplan ke dalam botol kultur disebut dengan inokulasi. Kegiatan ini dilakukan setelah eksplan disterilisasi, diawali dengan memotong bagian permukaan eksplan. Selanjutnya eksplan berupa nodus ditanam sebanyak dua buah dalam media ½ MS + IAA 0.5 mg/l, sedangkan eksplan berupa pucuk tidak perlu ditanam, cukup diletakkan saja pada media yang sama sebanyak 3 buah. Sebelum ditutup dengan plastik wrap, plastik transparan, dan karet, botol media yang telah ditanami terlebih dahulu dipanaskan di atas api bunsen. Selanjutnya botol diberi label jenis tanaman dan tanggal penanaman. Eksplan yang telah dikulturkan dibawa ke ruang inkubasi dan dilakukan pengamatan 2 – 3 hari satu kali selama 5 minggu.    

Parameter untuk kegiatan penanaman eksplan:
1. Tinggi tunas
2. Jumlah daun Subkultur Subkultur adalah proses pemindahan dan pemotongan planlet dari media lama ke media baru.

Bagian planlet yang disubkultur adalah pucuk dan node pertama hingga node keempat. Setiap node terdiri atas satuhelai daun. Dalam penanaman diusahakan daun tidak menyentuh media untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi.

Dalam satu botol media ditanami 3 – 5 planlet. Parameter yang digunakan dalam kegiatan subkultur:
1.   Waktu kemunculan akar (hari)
2.   Jumlah akar
3.   Waktu kemunculan tunas (hari)
4.   Tinggi tunas (mm)
5.   Jumlah daun
6.   Kondisi tanaman yang ditandai oleh ada tidaknya kontaminasi oleh bakteri atau jamur, baik pada media maupun pada planlet.   

Aklimatisasi merupakan kegiatan akhir teknik kultur jaringan. Aklimatisasi adalah proses pemindahan planlet dari lingkungan yang terkontrol ke kondisi lingkungan tak terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelembaban. Aklimatisasi dilakukan untuk mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam dan dijadikan tanaman induk untuk produksi dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik.

Metode aklimatisasi dibagi menjadi 2, yaitu metode langsung (direct) dan metode tidak langsung (indirect). Metode langsung:
1.        Menyiapkan planlet dalam botol yang akan diaklimatisasi dan mengeluarkan planlet secara hati-hati dari dalam botol.
2.        Membersihkan akar tanaman dari agar-agar yang masih melekat dengan air.
3.        Merendam akar tanaman dalam larutan benlatte selama 5 menit.
4.        Menanam tanaman pada bak media arang sekam yang telah dibasahi. 
5.        Tutup bak dengan plastik transparan selam 1 – 2 minggu.
6.        Setelah 1 -2 minggu plastik dibuka dan tanaman dibiarkan tumbuh dan berkembang dalam bak aklimatisasi hingga minggu ketiga sampai keempat.
7.        Selanjutnya tanaman dipindahkan ke dalam polibag-polibag kecil sampai siap untuk di tanam di lapang. 

Metode tidak langsung:

  • Menyiapkan planlet dalam botol yang akan diaklimatisasi dan mengeluarkan planlet secara hati-hati dari dalam botol

  • Memotong tanaman tepat pada bagian bawah nodus ketiga kemudian merendamnya dalam larutan benlatte selama 5 menit.

  • Menanam tanaman pada bak media arang sekam yang telah dibasahi. 

  • Tutup bak dengan plastik transparan selam 1 – 2 minggu.

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/569-tentang-kultur-jaringan


Artikel Tentang Kultur Jaringan dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook