+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id

Mekarmulya.desa.id – 12 Manfaat Bercocok Tanam bagi Kehidupan Sehari-Hari Mari kita simak penjelasannya dibawah ini:

12 Manfaat Bercocok Tanam bagi Kehidupan Sehari-Hari

Adakah di antara kalian yang senang bercocok tanam? Masyarakat umum tidak lepas dari kegiatan bercocok tanam dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat bercocok tanam buah, bunga, dan sayuran. Banyak sekali manfaat bercocok tanam bagi kehidupan jika orang-orang melakukannya di sekitar rumah, pekarangan, halaman sekolah, dan sebagainya. Apa saja manfaat bercocok tanam bagi kehidupan? Mari simak artikel ini.

Manfaat Bercocok Tanam Bagi Kehidupan

Dulu, bercocok tanam dilakukan di kebun atau di belakang rumah yang letaknya agak jauh dari pekarangan. Sekarang karena luas pekarangan sangat terbatas, bahkan di daerah perkotaan ada yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan maka bercocok tanam dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur.

1. Memenuhi kebutuhan makanan

Bercocok tanam sangat bermanfaat bagi masyarakat sebab pertumbuhan penduduk semakin besar sehingga kebutuhan akan makanan juga bertambah, semntara luas lahan pertanian semakin berkurang.

2. Meningkatkan perekonomian

Selain dapat menyuplai kebutuhan konsumsi di rumah, bercocok tanam dalam skala luas dapat membantu perekonomian keluarga dengan cara menjual hasilnya.

3. Menyalurkan hobi

Bercocok tanam dapat dijadikan hobi bagi mereka yang menyukai tanaman.

4. Memberi keteduhan

Bercocok tanam bermanfaat untuk memberi keteduhan dan kenyamanan lingkungan agar makhluk hidup di muka bumi dapat hidup dengan sehat dan memerikan keasrian lingkungan rumah.

5. Mengurangi pengeluaran

Kita dapat mengurangi pengeluaran untuk belanja sayur dan buah sehari-hari. Dengan demikian, uangnya dapat anda pergunakan untuk keperluan lainnya jadi lebih hemat.

6. Menghemat biaya kesehatan

Dengan bercocok tanam dan mengonsumsi hasil yang ditanam dari kebun sendiri, tubuh kita akan menjadi sehat dan bugar sehingga dapat menghemat biaya kesehatan.

7. Menikmati keindahan

Dulu umumnya orang menganggap bahwa bercocok tanam lebih baik dilakukan di tempat yang tersembunyi atau jauh dari rumah. Tanaman dianggap tidak memberikan keindahan bagi pandangan mata. Namun, bila ditanam dalah sebuah halaman atau pekarangan yang dibuat dengan telaten akan menghasilkan pemandangan yang indah.

Pada saat-saat santai di rumah kita dapat menikmati keindahan hasil bercocok tanam tanpa harus mengeluarkan biaya rekreasi yang mahal ke luar rumah. 

Manfaat Bercocok Tanam di Pot

Pada areal permukiman yang sangat padat dengan luas pekarangan agak sempit, bercocok tanam dalam pot merupakan solusi yang terbaik. Cara ini sangat aplikatif bagi mereka yang tinggal di lingkungan apartemen dan kondominium yang sama sekali tidak memiliki sepetak lahan pun.

  1. Mudah dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan estetika dan sinar matahari sehingga selalu menghasilkan suatu keindahan yang baru.
  2. Dapat menyuplai kebutuhan sehari-hari apalagi jika lokasi rumah jauh dari tempat penjualan sayuran. Hal ini terutama dirasakan oleh orang lain yang mobilitasnya sangat terbatas.
  3. Sebagai sarana pendidikan tahap dini bagi anak untuk bercocok tanam.

Langkah-langkah Bercocok Tanam di Pekarangan

Bagi kalian yang memiliki lahan pekarangan yang luas, bercocok tanam akan memberi nuansa tersendiri misalnya menanam sayur di halaman pekarangan atau halaman belakang rumah kalian. Ada pun tahapan bercocok tanam sayuran di pekarangan sebagai berikut.

  1. Sebelum ditanami, sebaiknya tanah dicangkul 20 – 30 cm untuk membalikkan tanah. Setelahnya, tanah harus diratakan untuk menggemburkannya.
  2. Buatlah petak tanam atau bedengan sayuran. Pertimbangkan agar luas petak tetap dapat terjangkau ketika menyiangi gulma atau pada saat panen.
  3. Buatlah alur setapak untuk berjalan di antara petakan.
  4. Taburkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, 2 -3 minggu sebelum tanam. Penaburan dapat langsung (broadcast) atau dengan cara dilarik (side dressing) sejauh 5 cm dari lubang tanaman.
  5. Tempatkan sepotong kayu pada kedua ujung petak dan hubungkan dengan tali rafia. Pada tali rafia yang dibentangkan, beri tanda jarak aman. Ukurannya tergantung pada jenis sayuran yang ditanam.
  6. Buat lubang yang menggunakan tongkat kayu sesuai tanda pada rafia.
  7. Tanam benih semai sedalam 3 – 5 biji per lubang, kemudian tutup dengan tanah sekitar.
  8. Untuk menjaga kelembapan, dapat ditanam secara massal (kelompok) atau dengan dinaungi plastik/paranet. 

Jenis Sayur untuk Bercocok Tanam

Setiap jenis tanaman mempunyai karakteristik tersendiri. Maka dalam pemilihan tanaman yang akan ditanam, perlu diperhatikan sifat-sifat tumbuh dari tanaman tersebut.

  • Sayur buah Sayur buah adalah kelompok sayur yang dikonsumsi pada bagian buahnya, seperti tomat, cabai, dan terong. Terdapat langkah penanaman yang termasuk sayur buah dalam artikel cara menanam terong ungu dan cara menanam cabe merah. Pada umumnya masa berbuah relatif lama karena tanaman akan mengalami pertumbuhan vegetative (daun) terlebih dahulu, kemudian berbuah.
  • Sayur daun Sayur daun adalah jenis sayur yang bagian daunnya bisa dikonsumsi, misalnya bayam, kangkung, selada. Namun, terkadang konsumen juga mengikutkan tangkai daun, batang, dan pucuk tanaman sebagai bagian dari sayur daun. Artikel cara menanam daun salam pun dapat kalian baca untuk memulai bercocok tanam.
  • Sayur umbi Sayur umbi adalah kelompok sayur dengan bagian umbi yang bisa dikonsumsi, misalnya wortel dan lobak. Oleh karena sayur umbi ini berada di bawah tanah, bagian yang terlihat yaitu daun. Sebagai elemen bercocok tanam, sebaiknya dipilih jenis sayur umbi yang memiliki bentuk dan warna daun yang menarik.
  • Banyak sekali manfaat bercocok tanam bagi kehidupan jika orang-orang melakukannya di sekitar rumah, pekarangan, halaman sekolah, dan sebagainya.

  • Cara Menanam Coklat
  • Cara Menanam Brokoli
  • Artikel 12 Manfaat Bercocok Tanam bagi Kehidupan Sehari-Hari merupakan bahasan artikel pertanian untuk referensi para pembaca khususnya petani di Desa Mekarmulya.

    Komentar Facebook