+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id

Mekarmulya.desa.id – 8 Cara Menanam Bawang dengan Paralon Bagi Pemula Mari kita simak penjelasannya dibawah ini:

8 Cara Menanam Bawang dengan Paralon Bagi Pemula

cara menanam bawang dengan paralonMungkin pernah suatu ketika anda melihat tanaman bunga hias atau sayuran ditanam dengan media paralon yang disusun sedemikian rupa sehinga tampaka indah. Kali ini kami hendak mengajarkan pada anda bagaimana cara menanam bawang dengan paralon.

Metode ini cocok diaplikasikan bagi anda yang mungkin memiliki keterbatasan lahan kosong untuk menanam seperti di wilayah perkotaan agar anda bisa tetap menanam bawang. Bawang sendiri memiliki beberapa jenis seperti bawang putih, bawang merah dan bawang bombay. Yang hendak kami bahas disini adalah cara menanam bawang merah dengan peralon.

Bawang merah merupakan bumbu dapur yang pastinya sering digunakan terutama ketika membuat sayur karena bawang merah mampu menambah rasa gurih dan sedap pada masakan.

Tentunya dengan anda menanam sendiri bawang merah dirumah maka selain dapat menambah wawasan dan kemampuan anda juga dapat menghemat biaya belanja anda kelak karena anda tak perlu lagi membeli bawang merah.

Sekilas metode ini memang digolongkan dalam mtode bertanam hidroponik modern dan bisa dibilang mirip dengan cara menanam cabe dengan paralon.

Cara menanam bawang dengan paralon ini memang tidaklah terlalu sulit namun anda juga memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam proses perawatannya kelak. Baik, langsung saja kita bahas, berikut adalah tata cara menanam bawang dengan paralon :

1. Menyiapkan Media Paralon

media paralonUntuk ukuran paralon yang akan anda gunakan sebaiknya mengikuti tujuan menanam bawang apakah hanya hendak dipanen daun atau umbi bawangnya juga.

Jika hanya daun, maka anda tak perlu paralon ukuran terlalu besar karena cukup paralon ukuran 1,5-2 inch untuk media tanamnya. Namun jika anda menghendaki memanen umbi bawagnya, maka sebaiknya anda menanam  dengan paralon berukuran minimal 2,5-3 inch agar nantinya perkembangan umbi bisa optimal.

Setelah memiliki paralon, maka selanjutnya anda membuat lubang paralonnya dengan diameter sekitar 5-6 cm dan jarak antar lubang sekitar 10 cm.Setelah itu anda bisa mulai menyiapkan tanah untuk isian paralonnya.

2. Tanah Isian Paralon

Tanah yang digunakan untuk mengisi paralon sebaiknya berasal dari tanah humus yang jelas banyak mengandung unsur hara. Jika anda kesulitan mendapatkan tanah humus, maka anda bisa mencoba membuatnya dengan racikan sendiri yakni dengan mencampur tanah, pupuk organik, sekam, serbuk kayu, pupuk NPK+SP36 dan EM4 yang dicampur secara merata dan kemudian di tutup dengan terpa agar pupuk dan bahan organik didalam campuran terurai dengan baik. Baca Cara Menanam  Pepaya California.

Akan butuh sekitar 1 minggu agar bahan terurai dengan sempurna sehingga tanah yang dihasilkan bisa disebut tanah humus. Tanah yang sudah jadi ini lalu diisikan ke paralon hingga penuh. Setelah itu gunakan gelas plastik (bekas air mineral) yang sudah digunting bagian dasarnya kemudian gelas tersebut dipasang ditiap lubang paralon yang sudah dibuat tadi.

Paralon yang sudah siap lalu disusun dengan bertingkat agar bisa menghemat lahan yang ada. Sebenarnyaa pada cara menanam bawang dengan paralon anda bisa memilih untuk menerapkan sistem vertikultur juga yakni dengan memosisikan paralon dengan posisi tegak berdiri. Hanya saja cara ini tidak akan efektif jika sasaran panen adalah umbi bawangnya.

3. Memasang Sistem Pengairan

Pada cara menanam bawang dengan paralon , pengairan akan lebih mudah dilakukan karena area yang disiram lebih terbatas. Namun anda tetap bisa melakukan optimalisasi dengan memasang sistem pengairan otomatis. Salah satu yang banyak dipakai adalah sistem pengairan fertigasi.

Sistem pengairan fertigasi adalah cara mengairi tanaman dengan selang yang dihubungkan kesetiap tanaman dimana pada pangkal selang sudah terhubung dengan pompa air atau sumber air yang bisa mengalirkan air kesetiap tanaman tanpa kita repot-repot menyiram dengan gembor.

Cara ini memang salah satu yang paling efisien untuk diterapkan pada cara menanam tanaman di paralon. Jika anda ingin mempelajari lebih lanjut tata cara menanam dengan sistem fertigasi anda bisa membaca artikel kami tentang cara menanam sayur dengan sistem fertigasi.

4. Mempersiapkan Bibit Bawang

Bibit bawang ini harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di media paralon. Cara pembibitan bawang merah dapat anda lakukan dengan biji maupun umbi. Agar lebih cepat, maka sebaiknya anda memilih pembibitan dari umbi. Untuk mendapatkan umbi bawang merah, anda bia membelinya di warung atau pedagang sayur. Berikut adalah tata cara membibitkan bawang merah :

  • Belilah umbi bawang merah yang berukuan besar dan tidak cacat
  • Rendam umbi yang anda beli pada larutan fungisida untuk mematikan bibit jamur yang menempel pada umbi tersebut. Setelah itu tiriskan dan taruh umbi ditempt yang agak gelap selama beberapa hari
  • Setelah muncul tunas maka anda sudah bisa memindahkannya ke media paralon yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Kuncinya adalah dengan menjaga kelembaban area pembibitan. Pastikan juga bahwa akar kecil telah tumbuh dibawah umbi.

    5. Penanaman Bibit Bawang Merah

    Setelah tumbuh tunas, anda bisa menanam bibit bawang merah. Sebelum menanamnya, maka pastikan juga sudah tumbuh akar-akar kecil dibagian bawah umbi. Tujuannya adalah agar akar bisa segera menyerap nutrisi tanah di media paralon.

    Penanaman bawang dilakukan dengan cara menggali sedikit tanah di bagian tengah gelas plastik lalu menanam umbi bibitnya dengan posisi tunas menghadap keatas. Setelah itu anda bisa melakukan sedikit penyiraman diarea umbi untuk mendukung laju pertumbuhan akar. Jangan langsung menggunakan pupuk susulan karena akar belum mampu menyerapnya. Dikhawatirkan umbi malah akan mati karena kadar nitrogen tinggi pada pupuk susulan akan menurunkan suhu tanah jika tidak segera diserap. Baca Cara Menanam  Pohon Kopi.

    6. Pemupukan Susulan

    Pemupukan susulan pada tanaman bawang sebaiknya dilakukan ketika tunas sudah menjulang sekitar 8 cm atau akarnya sudah berkembang dengan baik. Tanda akar yang sudah berkebang adalah umbi susah dicabut. Setelah itu anda bisa memberikan pupuk susulan berupa kocoran NPK Grower untuk memacu pertumbuhannya.

    Pemupukan susulan juga bisa diberikan dengan metode semprot namun pupuk yang dipakai adlah POC (Pupuk Organik Cair0) yang mengandung unsur mikro lengkap. Cara praktis pemberian pupuk adalah melewati saluran air fertigasi.

    Pemupukan kocor pada tanaman bawang dilakukan 7 hari sekali sedagkan semprot bisa anda aplikasikan 5 hari sekali. Setelah usia mencapai diatas 1,5 bulan maka anda bisa mengganti pupuk kocorannya dengan pupuk MKP. Hal ini karena pupuk MKP lebih fokus kearah phospat dan kalium. Kedua unsur ini memang sangat dibutuhkan oleh tanaman umbi guna mengisi umbi agar ukurannya maksimal.

    7. Penanggulangan Hama dan Penyakit

    Meski ditanam dengan metode modern yang lebih terkontrol bukan berarti seluruh taaman yang anda tanam bisa bebas dari serangan hama dn penyakit. Keuntungan menanam dengan metode paralon dilingkungan rumah adalah serangan hama yang lebih terkendali (minim) namun untuk serangan penyakit memang tetap harus diwaspadai.

    Terkadang bibit penyakit berupa jamur dan bakteri patogen bisa terbawa oleh tanah yang dijadikan media tanam. Sedangkan virus bisa terbawa oleh benih bawnag yang berasal dari tanaman yang sudah terinveksi virus sejak awal.

    Untuk serangan virus memang hampir tidak bisa diobati dan sebaiknya tanaman dipisahkan agar tidak menular ke tanaman yang lain sedangkan untuk serang jamur dan bakteri bisa anda cegah atau anda hentikan dengan penggunaan fungisida dan bakterisida berbahan aktif kontak dan sistemik.

    Segera gunakan fungisida jika mendapati daun tanaman busuk karena bisa jadi itu gejala serangan jamur.

    8. Panen Bawang

    Panen bawang bisa anda lakukan pada saat usia tanaman mencapai 4,5 – 5,5 bulan. Cabutlah bawang itu dan segera bersihkan dari tanah dan akar kasanya. Setelah itu jemurlah bawang agar bibit jamur mati dan simpan bawang pada tempat yang kering.

    Untuk bawang yang hendak dipanen daunnya maka usia panen bisa lebih singkat. Anda bisa membaca artikel tentang cara menanam daun bawang dan cara menanam bawang bombay untuk lebih jelasnya.

    Setelah dipanen, maka sebaiknya anda mengganti tanah didalam media paralon jika ingin kembali menanam bawang. Namun jika ingin ditanam varietas lain seperti sayur bayam maka anda tidak perlu mengganti tanah didalamnya.

    Tips Sukses Budidaya Bawang dengan Paralon

    Kami juga akan memberikan bebrapa tips sukses bagi anda yang hendak menanam bawang dengan parlon agar hasil panen anda berlipat ganda. Berikut adalah tips suksesnya :

  • Sebaiknya anda membeli bibit dari petani sembari mengecek kualitas tanamannya agar didapat bibit yang sehat atau anda bisa membeli bibit biji di toko pertanian, hanaya saja waktu panen menjadi lebih lama.
  • Rendam benih menggunakan ZPT Auxin dan GA agar pertumbuhan akar dan tunas menjadi lebih cepat.
  • Gunakan pupuk Higroot yang bisa anda beli ditoko pertanian karena pupuk ini dapat memperbesar ukuran umbi bwang anda hingga 1,5 kali lipat
  • Demikianlah informasi dari kami tentang cara menanam bawang dengan paralon yang bisa anda jadikan referensi menanam anda. Selain itu kami juga punya artikel lain seperti cara menanam ubi jalar dan cara menanam talas yang bisa anda baca untuk menambah wawasan bertani anda. Selamat menanam.

    Artikel 8 Cara Menanam Bawang dengan Paralon Bagi Pemula merupakan bahasan artikel pertanian untuk referensi para pembaca khususnya petani di Desa Mekarmulya.

    Komentar Facebook