+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id

Mekarmulya.desa.id – 9 Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Cepat Berbuah Mari kita simak penjelasannya dibawah ini:

9 Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Cepat Berbuah

Timun atau mentimun dengan nama latin Cucumis sativus merupakan kelompok dari tanaman labu-labuan atau Cucurbitaceae. Timun termasuk kedalam jenis sayuran buah yang sudah banyak dikenal oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Timun juga merupakan pilihan lalapan yang banyak disukai oleh masyarakat kita. Tentunya inilah yang membuat permintaan timun di pasaran relatif cukup tinggi dan stabil. Sehingga kita tidak akan sulit mencarinya. Baik dipasar tradisional maupun di supermarket timun selalu ada dan sangat gampang di temukan.

Dari berbagai jenis timun, terdapat jenis timun hibrida yang paling banyak dipilih untuk dibudidayakan. Keunggulan yang utama ialah, jenis ini lebih cepat umur panennya, kualitas panen dan buah yang dihasilkan cukup baik dan diminati pasar serta yang terpenting ialah lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tentunya pada prinsipnya budidaya timun hampir sama dengan budidaya tanaman yang lain. Berikut 9 cara budidaya timun hibrida agar cepat panen . Simak selengkapnya.

1. Pemilihan Benih

Poin paling utama dalam budidaya timun hibrida ialah pemilihan benih yang berkualitas sebagaimana cara budidaya labu madu , cara menanam bunga iris kuning , dan cara menana melon sistem lesehan . Karenanya disarankan untuk menggunakan benih dari seller yang terpercaya.

Selain itu juga perhatikan masa kadaluwarsa benih. Serta yang paling penting adalah selalu gunakan benih yang telah tersertifikasi dan terpercaya. Benih timun tidak sulit didapatkan kerena banyak dijual di toko-toko pertanian. Yang perlu diperhatikan adalah varietas benih itu sendiri, karena varietas atau jenis inilah yanh kemudian akan menentukan produktivitas hasil panen.

2. Penyemaian Benih

Setelah benih siap, maka tahap selanjutnya ialah menyemai benih seperti pada cara menanam melon dalam pot , cara menanam bawang dengan paralon , serta cara menanam asparagus . Penyemaian ini berguna agar tanaman dapat tumbuh seragam sehingga panen dapat dilakukan dengan serentak.

Selain itu, penyemaian juga akan membuat tanaman lebih mudah beradaptasi pada lahan tanam, sehingga tinggaklt kematian benih dapat diminimalisir. Tahapan menyemai benih yang dapat anda lakukan seperti di bawah ini :

  • Sehari sebelum disemai sebaiknya rendam benih di dalam air, kemudian gunakan benih yang tenggelam dan buang benih yang mengambang karena memiliki kualitas yang tidak baik.
  • Buat media tanam menggunakan campuran tanah halus dan pupuk kandang.
  • Gunakan tanah yang gembur kemudian isikan kedalam polibag tanam
  • Terlebih dahulu lubangi bagian dasar polibag untuk aerase air dan udara.
  • Letakkan polibag di tempat yang teduh dan ternaungi.
  • Lalu kemudian buat lubang tanam sedaam 0,5-1cm pada setiap lubang tanam.
  • Selanjutnya tanamankan benih kedalam media polibag.
  • Siram dan tutup menggunakan daun-daun kering untuk merangsang perkecambahan.
  • Setelah 4-5 hari maka benih akan mulai berkecambah, kemudian buka penutupnya.
  • Lakukan oemeliharaan dan perawatan hingga tanaman berumur 2 minggu dan siap dipindahkan ke lahan tanam.
  • 3. Persiapan Lahan Tanam

    Sambil menunggu benih siap dipindahkan ke lahan tanam. Maka sebaiknya anda mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu sebagaimana cara menanam semangka inul .

    Beberapa tahapan dalam memeprsiapkan lahan tanam antara lain adalah sebagai berikut :

  • Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul seluruh lahan tanam yang akan di gunakan.
  • Buat bedengan dengan ukuran yang disesuaikan dengan luas lahan, atau sebagai panduan ukuran ideal bedengan ialah panjang 3 meter lebar 1 meter dan tinggi bedengan 20-25 cm.
  • Untuk memudahkan pemeliharaan maka anda bisa menggunakan plastik mulas sebagai penutup permukaan bedengan.
  • Ini berfungsi agar bedengan tidak di tumbuhi gulma.
  • Pasang plastik mulsa hingga menutupi bedengan, kemudian kemcangkan dengan kuat dan tahan agar tidak terbang terkena angin.
  • Setelah itu, buat lubang tanam diatas plastik mulsa dengan ukuran 30×30 cm jarak antar tanaman.
  • Gali dan buat lubang tanam sedalam 10-15 cm, sisa tanah galian dapat di letakkan di samping bedengan.
  • Kemudian masukkan pupuk kandamg sebanyak 0,5 kg kedalam setiap lubang tanam.
  • Biarkan selama beberapa hari dan tunggu hingga bibit siap dipindahkan kelahan tanam. 
  • 4. Penanaman

    Setelah bibit cukup umur, maka tahap selanjutnya ialah menanam timun hibrida kelahan tanam. Berikut cara penanaman paling mudah yang bisa anda lakukan sendiri .

  • Pilih bibit yang sehat, pertumbuhan optimal dan tidak terinfeksi hama atau penyakit.
  • Kemudian buka plastik polibag dengan hati-hati jangan sampai merusak akar.
  • Setelah itu tanamkan binit kedalam lubang tanam.
  • Tutup kembali lubang tanam hingga merata.
  • Taburkan juga Furadan 3G untuk menghindari serangan jangkrik, ulat ataupun semut.
  • Lakukan penanaman pada pagi ataupun sore hari saat cuaca tidak terlalu panas dan terik.
  • 5. Pemasangan Ajir

    Pemasangan ajir dilakukan setelah tanaman berumur 1-2 minggubsetelah tanam. Gunakan ajir berbahan bambu yang kokoh namun ringan.

    Buat bentuk dam pola pengajiran seperti huruf V terbalik.

    Lalu kemudian pasangkan benang nilon dari ujunh hingga ujung ajir pada setiap bedengan.

    Fungsi benang nilon ini adalah untuk merambatkan tanaman.

    Kemudian tali tanaman pada ajir agar pertumbuhan tanaman dapat mengikuti ajir. Lalu, kita lanjut praktek cara budidaya timun hibrida agar cepat panen.

    6. Pemupukan

    Pemupukan pertaman dilakuka pada umur 12 hari setelah tanam dengan pemberian pupuk Urea, ZA, KCL, SP-36, DAP dan KNO3. Dosis pupuk yang digunakan ialah masing-masing 100:100:100:100:25 dalam satuan gram yang dilarutkan dalam 10 liter air.

    Pemberian pupuk dilakukam dengan cara dilocorkan pada lubanh tanam. Pemupukan ini dilakukan 5-6 kali pada umur 12, 15, 18,19, 22, dan 25 hari setelah tanam.

    Dosis dan cara pemberian sama dengan yang dilakukan pada pemupukan pertama. Pada saat berumur 26 hari setelah tanam pupuk diberikan dalam bentuk utuk dengan ditaburkan pada lubang tanam. Pupuk tang diberikan ialah Urea, SP36,KCL dan NPK dengan dosis 2:1/2:1/2:1.

    7. Penyiraman

    Penyiraman sebaiknya hanya dilakukan pada saat awal masa tanam seperti pada cara menanam cabe dengan sistem mulsa plastik , cara mengatasi cacar buah melon, dan cara mengatasi busuk buah melon .

    Penyiraman dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan yang diberikan dengan cara dikocorkan. Lakukan pernyiraman rutin pada awal masa tanam minimal 2 kali dalam sehari. Namun jika cuaca tidak terlalu terik maka anda bisa mengurangi intensitas penyiraman.

    8. Pengendalian Hama dan Penyakit

    Mengingat tanaman timun cukup rentan terhadap serangan berbagai jenis hama dan penyakit.

    Maka dianjtlurkan untuk melakukan pengendalian secara preventif yakni dalm bentuk pencegahan.

    Lakukan penyemprotan menggunakan insektosodan dan fungisida dengan dosis yang dianjurkan dengan interval 3-5 hari sekali.

    Hentikan penyemprotan saat buah tanaman mulai berukuran agak besar. 

    9. Penen

    Panen dapat dilakukan pada umur 42 hari setelah tanam. Ada juga beberapa varietas yang dapat dipanen pada umur 35 hari setelah tanam. Selain umur tanaman kriteria panen juga dapat dilihat dari ukuran buah.

    Jika ukuran buah telah cukup besar maka sebaiknya lakukan pemanenan. Dengan cara memetik buah berikut tangkainya. Interval panen dapat dilakukan setiap 5-6 hari sekali. Hasil panen dapat mencapai 30 ton per hektarenya tergantung varietas.

    Itulah tadi, 9 cara budidaya timun hibrida agar cepat panen. Tentu saja dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Selain mudah dan praktis tentunya hasil panen yang diberikan dapat menambah pundi-pundi rupiah bagi keuangan keluarga anda. Selamat mencoba, semoga artikel ini dapat bermanfaat.

    Artikel 9 Cara Budidaya Timun Hibrida Agar Cepat Berbuah merupakan bahasan artikel pertanian untuk referensi para pembaca khususnya petani di Desa Mekarmulya.

    Komentar Facebook