+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


Pupuk daun termasuk pupuk buatan, yang cara pemberianya kepada tanaman dengan cara disemprotkan ke daun. Keuntungan pemakaian pupuk daun yaitu penyerapan unsur hara berjalan lebih cepat dibandingkan dengan pemupukan lewat akar, tanaman lebih cepat menumbuhkan tunas dan tanah tidak rusak, sehingga pemupukan lewat daun lebih berhasil guna.

Daun sebagaimana kita ketahui memiliki “Mulut atau Stomata“, stomata ini membuka dan menutup secara mekanis yang diatur oleh tekanan  yang disebut dengan tugordari sel-sel penutup. Jika tekanan tugor meningkat, maka stomata akan membuka, sebaliknya apabila tekanan tugor menurun, maka stomata atau mulut daun akan menutup. Salah satu yang banyak mempengaruhi tekanan tugor adalah banyaknya air yang terbuang lewat penguapan daun (oleh matahari dan angin). Apabila kita semprotkan larutan pupuk daun tadi, maka tanaman bukan saja menyerap air tapi sekaligus zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman bagi pertumbuhannya.

Macam dan jenis pupuk daun yang diperdagangkan saat ini jumlahnya cukup banyak, dan berbagai merk, untuk melihat mana pupuk daun yang paling baik dan paling tepat untuk tanaman tertentu adalah yang perlu mendapat perhatian: Pupuk yang digunakan hanya untuk satu jenis tanaman; wujud pupuk daun (cairan, Kristal halus sampai berbentuk tepung); bahan pupuk daun (anorganik atau organik); kadar hara yang dikandungnya pupuk daun NPK dan unsur hara mikro (Mg,Mn,Fe,Zn,B ,dll).

Bahan pupuk daun yang paling aman adalah bahan organik (non kimiawi), namun bahan pupuk daun dari anorganikpun juga cukup aman, apabila pemakaiannya sesuai dengan petunjuk dan dosis  yang tepat.

Memakai pupuk daun berarti menyangkut penggunaan atau pemakaian alat semprot, karena kita memberikan pupuk daun dengan jalan menyemprotkan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian sebelum memberikan pupuk daun terhadap tanaman yaitu: konsentrasi larutan yang dibuat harus berdasarkan petunjuk yang tertera dalam kemasan, jangan berlebihan, dan perhatikan prekuensi pemakaiannya; pupuk daun disemprotkan kebagian daun yang menghadap kebawah, karena sebahagian besar stomata umumnya menghadap kebawah, atau bagian punggung daun; pupuk daun disemprotkan ketika matahari tidak lagi terik – teriknya, yang paling baik adalah pagi hari atau sore hari; jangan menyemprotkan pupuk daun menjelang musim hujan, dikhawatirkan pupuk daun tercuci habis dan stomata saat itu lagi menutup; bagi pemakai pupuk daun diharapkan membiasakan diri membaca keterangan yang ada pada kemasan pupuk tersebut, karena disitulah kuncinya; gunakan alat penyemprot sebaiknya terpisah dengan alat penyemprot yang biasa digunakan untuk herbisida, karena larutan herbisida sangat kuat dan sulit dibersihkan.

Penyemprotan pupuk daun yang paling baik adalah pada saat pagi hari pukul 8-9 atau sore hari 3-4, karena stomata daun sedang membuka sempurna, sehingga risiko kemubaziran bias dihindari. Jangan menggunakan pupuk daun bersamaan dengan pestisida yang mengandung zat pekat, sebab dengan memberikan pupuk daun bersamaan dengan zat pekat tersebut pupuk daun akan menempel didaun tanpa bisa diserap. Masa penyemprotan bias dilakukan sekali dalam 10 hari, setelah beberapa kali penyemprotan muncullah tunas baru yang nantinya menjadi ranting dan daun, bila tunas telah muncul penyemprotan dihentikan, sebab tunas muda sangat peka terhadap pupuk, apabila tunas daun sudah cukup kuat, barulah tanaman – tanaman dilakukan penyemprotan kembali dengan pupuk daun yang kandungan P dan K nya tinggi, penyemprotan ini dilakukan 10 hari sekali. Begitu juga apabila bunga mulai mekar, penyemprotan harus dihentikan, karena bunga akan rontok atau keguguran, dan pupuk daun dapat dilakukan kembali setelah bunga telah berbentuk buah, dengan catatan yang disemprot bukan buahnya tapi daunnya. Selain hal tersebut diatas tanaman yang tidak boleh disemprot pupuk daun adalah tanaman yang baru dipindahkan kelapangan, dan apabila telah segar maka boleh dilakukan penyemprotan.

 

*Dari Berbagai Sumber

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/840-cara-pemakaian-pupuk-daun


Artikel Cara Pemakaian Pupuk Daun dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook