+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


bbppl-soilMengapa tanah yang biasa kita tanami oleh berbagai tanaman mengalami ketidaksuburan, apakah tanah kita kekurangan unsur hara atau berpenyakit? ketidaksuburan tanah pertanian, seperti tanah menjadi keras teksturnya, alias tidak remah, pecah dan akar tanaman sulit menembus tanah, sehingga tanaman menjadi kerdil, kurus bahkan produktifitasnya menurun, walaupun sudah diberikan pupuk kimia (NPK) yang cukup. Persoalan ini ada kemungkinan tanah berpenyakit. Hal ini karena sistem pengelolaan tanah yang diterapkan selalu mengarah kepada tanah yang menginduksi tanah berpenyakit. Pada jenis tanah ini, penguraian bahan organik menjadi senyawa anorganik berlangsung melalui proses pembusukan yang diikuti oleh pelepasan gas busuk dan panas. Oleh karena itu apabila mikroflora di dalam tanah tetap menginduksi penyakit, pemakaian bahan organik sulit memberikan hasil yang memuaskan.

Hasil dari proses pembusukan adalah senyawa antara (Intermidiate Subtance) yang sifatnya tidak stabil yang dapat mengganggu ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Tingginya populasi mikroorganisme yang merugikan (harmful microorganisms) didalam tanah mengkondisikan penguraian bahan organik ke proses pembusukan, sebaiknya populasi mikroorganisme fermentatif di dalam tanah mengkondisikan penguraian bahan organik ke proses fermentasi dan mikroorganisme sintetik di dalam tanah berfungsi sebagai penetral senyawa-senyawa hasil dari proses pembusukan (gas, panas dan senyawa antara) sebagai sumber energi.  

Pemakaian pupuk kimia dan pestisida dapat membunuh mikroorganisme pembusuk, fermentatif dan sintetik yang pada akhirnya hanya memacu perkembangan mikroorganisme pembusuk. Kegagalan-kegagalan panen akibat dari proses pembusukan bahan organik secara nyata dapat kita lihat jika dalam budidaya pertanian kita menggunakan kompos yang belum matang atau bahan organik mentah. Demikian juga kegagalan panen seringkali terjadi pada tanah-tanah yang secara kontinyu diaplikasikan pupuk kimia dan pestisida dalam dosis yang tinggi. Hal ini merupakan kerugian besar yang yang mengakibatkan tanah berpenyakit, hal ini para petani, harus memahami tentang tanah yang biasa digunakannya untuk berbagai tanaman, hortikultura atau tanaman pangan. Dalam pengertian yang sempit, tanah berpenyakit berarti bahwa banyak mikroorganisme pembusuk yang berbahaya hidup di dalam tanah. Bahkan dalam pengertian yang luas, tanah yang berpenyakit adalah tanah yang populasi mikroorganisme pembusuk di dalam tanah itu kecil, tetapi memungkinkan terjadinya dominasi mikroorganisme tersebut apabila bahan organik dicampur kedalamnya.

Pemakaian pupuk kimia yang terlalu banyak, terutama nitrogen, dengan secara mempercepat pembusukan atau pelapukan bahan organik, sehingga menyebabkan mikroflora didalam tanah menjadi semakin rusak. Akibatnya penguraian pembusukan selalu menjadi dominan, yang memungkinkan peningkatan populasi mikroorganisme patogen.

Penggunaan pestisida atau herbisida menyebabkan situasi yang mirip dengan pembantaian mikroorganisme di dalam tanah, baik yang merugikan ataupun yang bermanfaat bagi tanaman. Jadi bahan organik dalam tanah tetap dalam keadaan setengah terurai (setengah lapuk), selanjutnya mikroorganisme pembusuk yang sangat kuat di alam dapat dengan mudah menjadi dominan.

bbppl-soil2Sepanjang situasi ini dapat diperdebatkan lebih lanjut, penyakit dan serangga hama yang tinggi daya tahannya mempunyai peluang untuk muncul. Jadi semakin tinggi tingkat toksisitas pestisida, semakin tinggi kemungkinan pestisida untuk menunjang penggabungan kembali gen-gen patogen dan serangga-serangga hama yang mempunyai daya tahan kuat.

Perluasan yang cepat tanah berpenyakit semacam itu telah terjadi karena fungsi-fungsi intrinsik tanah terabaikan, dan dihubungkan pada permukaannya dengan memburuknya sifat-sifat fisik tanah. Akibatnya kepercayaan pada oksigen dalam tanah telah diciptakan, orang secara luas menerapkan sistem budaya yang mempersyaratkan upaya yang besar untuk perbaikan tanah tetapi menghasilkan sedikit keuntungan karena menyimpang dari azas-azas alam.

Pertanian organik merupakan solusi untuk memperbaiki tanah-tanah yang sakit, dengan menggunakan pupuk kandang yang telah masak, pupuk hijau, kompos yang telah masak. Andaikan ada keterbatasan tentang ketersediaan pupuk organik tersebut maka pemakaian pupuk kimia tidak berlebihan, dan harus diimbangi dengan pemakaian pupuk organik tersebut diatas. Untuk pemakaian pestisida khususnya untuk pestisida yang langsung ke dalam tanah sebaiknya ditiadakan atau dikurangi, karena banyak membunuh mikro organisme dalam tanah, yang berakibat tanah sakit, tektur dan struktur fisik tanah terganggu.
    
Sumber Pustaka
*Dari berbagai sumber

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/721-mengapa-tanah-kita-berpenyakit-disease-inducing-soil


Artikel Mengapa Tanah Kita Berpenyakit (Disease Inducing Soil) dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook