+6285321881879 admin@mekarmulya.desa.id


bbppl-pupukMelihat tanaman kita tumbuh cantik dan sehat tentu menyenangkan. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tanaman harus memperoleh segala yang diperlukannya baik cahaya matahari yang cukup, air maupun nutrisi atau hara yang merupakan makanan bagi tanaman. Salah satu cara agar tanaman dapat memperoleh cukup makanan yang dibutuhkannya adalah dengan memberikan pupuk.

Pupuk merupakan nutrisi atau hara yang kita berikan kepada tanaman kita. Ada beberapa cara dalam memberikan pupuk ke tanaman, tergantung pada jenisnya. Aplikasi atau cara pemberian pupuk merupakan suatu konsekuensi penting dari penggunaan berbagai macam jenis pupuk. Pada dasarnya, kita dapat mengklasifikasikan pupuk dalam beberapa jenis, yang pertama adalah pupuk padat (berupa kristal, butiran dan bubuk) dan pupuk cair (larutan dan suspensi). Kedua jenis tersebut dapat berubah menjadi gas dalam suhu kamar.

            Terdapat beberapa cara penempatan pupuk antara lain dengan disebar merata dipermukaan tanah sebelum tanam; pupuk diletakkan di salah satu sisi atau kedua sisi tanaman dalam barisan; pupuk diberikan dalam larikan tanaman; ditaburkan pada tanaman setelah tanaman tumbuh; dimasukkan bersamaan dengan biji yang ditanam; pemupukan lewat air irigasi dan pemupukan lewat daun. Salah satu hal diterimanya penggunaan pupuk dalam bentuk padat dari akar adalah karena pupuk ini mudah digunakan dan mudah pula disimpan selain itu pupuk yang diberikan melalui tanah memiliki sifat higroskopis, yang berarti dapat menyerap air dari atmosfer. Saat temperatur meningkat uap air akan terserap dan menyatu dengan pupuk. Ini adalah sebab mengapa pupuk dalam bentuk padat (solid) selalu di jual dalam kemasan plastik, sehingga dapat mencegah penyerapan air. Pupuk padat dapat diaplikasikan dengan menggunakan tangan atau mesin, diberikan dipermukaan tanah atau di dalam tanah dengan memperhatikan pula konsentrasi dan dosisnya

            Pupuk yang diberikan melalui tanah diserap oleh akar tanaman dari larutan tanah dalam bentuk ion. Unsur hara dari larutan tanah masuk ke epidermis kemudian ditransportasikan dari epidermis ke sitoplasma antar sel penyusun jaringan akar dan selanjutnya ditransportasikan dari xilem akar ke jaringan organ diatasnya. Pada pemupukan melalui daun, pupuk dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan pada daun. Biasanya untuk unsur mikro kerena jumlahnya sedikit sehingga pemberian lebih merata dan efisien, untuk penanggulangan secara cepat bila terjadi defisiensi. Agar lebih efektif, pemberian harus dilakukan dua atau tiga kali dalam waktu dekat terutama bila difisiensi sudah lanjut.

            bbppl-pupuk1Pupuk daun merupakan salah satu bentuk pupuk yang macam dan jenisnya banyak beredar di pasaran merupakan pupuk majemuk yang mengandung baik unsur hara makro maupun mikro. Pemberian pupuk melalui daun memberikan reaksi yang lebih cepat dan efektif untuk menanggulangi kekurangan unsur mikro. Pada dasarnya pemupukan melalui daun dilakukan untuk mengatasi defisiensi unsur hara pada tanaman.

            Penggunaan pupuk yang terutama ditekankan pada unsur hara makro saja tanpa memperhitungkan kebutuhan tanaman akan unsur hara mikro merupakan penyebab kekurangan unsur hara mikro mulai sering terdengar. Faktor lain adalah banyak diantara para petani yang memakai pupuk kandang dimana kandungan tiap unsur hara essensial terpenuhi termasuk di dalamnya unsur hara mikro sehingga mencegah terjadinya kekurangan unsur hara mikro pada suatu lahan. Pupuk yang mengandung unsur hara mikro sering dipakai terutama pada tanah – tanah masam, basa dan tanah-tanah organik dan sering digunakan bagi tanaman-tanaman yang peka terhadap kekurangan unsur unsur hara mikro tersebut.

            Unsur hara mikro atau micro element diketahui menjadi bagian yang cukup penting dari tanaman. Unsur ini sangat sedikit dibutuhkan oleh tanaman, namun memiliki peran yang vital. Hampir sebagian besar dari unsur hara mikro ini adalah bagian dari enzim-enzim dalam tubuh tanaman atau sebagai co-enzym dalam beberapa sintesis. Beberapa contoh unsur mikro adalah Fe, MN, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Memiliki karakteristik dan peran masing-masing dalam tubuh tanaman. Unsur mikro misalnya Boron dibutuhkan dalam jumlah yang kecil dan bagi beberapa tanaman misalnya kacang-kacangan cukup peka terhadap unsur ini. Boron dapat mempengaruhi perkembangan sel melalui pengaturan pembentukan pilosakarida. Kecepatan pembelahan sel juga dipengaruhi oleh kadar boron tanaman, demikian pula peranannya dalam sintethis pektin. Boron juga diketahui menghambat pembentukan pati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanpa pemberian boron pada kacang-kacangan transpirasi menjadi berkurang. Mangan juga merupakan salah satu unsur hara mikro yang penting bagi tanaman, kebutuhan mangan berbeda untuk setiap jenis tanman. Variasi kebutuhan mangan ini terjadi karena perbedaan jumlah yang diabsorbsi masing-masing jenis tanman. Kebutuhan tanamn akan mangan kemungkinan juga dipengaruhi oleh keberadaan unsur nutrisi yang lain. Kebutuhan tanaman akan mangan kira-kira 400 – 500 ppm.

Faktor yang menyebabkan terjadinya defisiensi mikro, yaitu : (1) Pengurasan hara oleh tanaman terangkut melalui panenan, (2) penggunaan varietas unggul, (3) penggunaan pupuk makro murni secara intensif, (4) pengetahuan manusia terhadap diagnosa gejala defisiensi. Untuk mengatasi kekurangan hara mikro, dilakukan dengan pemupukan.

Cara pemberian pupuk mikro dapat dilakukan dalam bentuk padatan atau larutan. Karena jumlah yang dibutuhkan sedikit, maka jenis pupuk mikro sering diberikan lewat daun. Menurut hasil penelitian, pemberian pupuk mikro plus lewat daun dengan dosis 7,5 L/Ha dapat meningkatkan hasil tebu lahan kering sebesar 15% terhadap perlakuan tanpa mikro. Pemberian pupuk yang seimbang antara unsur hara makro dan mikro akan dapat membantu tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Daftar Pustaka

Buckman, H.O dan N.C Brady. 1982. Ilmu Tanah. Bhatara Karya Aksara. Jakarta.788p

Budiyanto, G. 1997. Potensi Produksi Budidaya Cabai Merah pada Berbagai Tingkat Pemupukan NPK di Lahan Pantai Bugel. Agr UMY. V (1) : 1-8

Hererra, J.B. 1999. Hand Book of Agriculture. Marcel Dekker. New York. 768p

Indroprahasto,S.P. 2000. Pengaruh Variasi Dosis pupuk Urea dan Macam Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung.Semi. Buletin Agroindustri (9) : 1 – 9

Megel, K dan E.A Kirby. 1987. 1987. Principles of Plant Nutrient. International Potash Institute. Switzerland. 687p

Salisbury, F. B dan C. W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung. 241p

Pandey, S.N dan B.K Sinh.1981. Plant Physiology. Vikas Publishing House. New Delhi. 582p

Wuryaningsih, S. 1995. Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pemupukan Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bunga Mawar Kultivar Cherry Brandy. Jurnal Hortikkultura 5 (II) : 100 – 106.

source:http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/732-pemberian-pupuk-makro-dan-mikro-bagi-tanaman


Artikel Pemberian Pupuk Makro dan Mikro bagi Tanaman dikutip dari BPPP Lembang untuk informasi bidadaya dan referensi petani di Desa Mekarmulya.

Komentar Facebook